Stop Loss: 4 Hal yang Bisa Menyelamatkan Modal Investor

Stop Loss: 4 Hal yang Bisa Menyelamatkan Modal Investor

Dengan Segala hal yang perlu kita diperhatikan dalam menentukan langkah apa yang akan diambil pada saat membuka pasar modal, terkadang kita lupa akan hal-hal kecil yang bisa membantu kita dalam pasar modal. Perintah stop loss adalah salah satu dari hal kecil tersebut. Lalu, apa sih perintah stop loss itu dan bagaimana cara kerjanya?

Stop loss (SL) order atau perintah stop loss adalah perintah yang diletakkan oleh broker untuk membeli atau menjual investasi ketika harga mencapai pada level tertentu. Guna dari stop loss yang paling utama adalah untuk membatasi kerugian yang mungkin akan kita alami.

Contoh Menggunakan Stop Loss

Sebagai contoh, kita membeli sebuah investasi pada level $20 dan memasang SL di level $18. Jika harga bergerak turun sampai pada level $18, maka investasi anda akan ditutup secara otomatis oleh broker.

Contoh Menggunakan Stop Loss

Contoh Penggunaan Stop Loss Order

Selain menjaga agar kita tidak merugi terlalu banyak dalam investasi kita, SL juga dapat meringankan beban mental kita. Perlu kita lihat bahwa sebagian besar investor bisa saja menjadi gegabah dalam melakukan investasi. Hal ini bisa disebabkan karena melihat nominal modal yang berkurang secara drastis akibat gerakan harga yang tidak sesuai dengan harapan. Penggunaan SL ini lah yang bisa menghambat laju berkurangnya modal kita dan menjaga pikiran kita.

Sebelum memasuki bagaimana cara investor bisa memasang SL yang ideal, ada satu hal yang perlu selalu dingat dalam memasang SL

Pemasangan stop loss haruslah pada titik dimana harga diprediksikan berbalik pada strategi kita. Dengan kata lain, ketika harga menyentuh level tersebut, itu adalah sinyal bagi kita untuk keluar dari investasi tersebut.

Dalam Penggunaannya terdapat 4 metode yang bisa kita gunakan saat memasang SL yang ideal, yaitu melalui Persentase, Volume, Chart, dan Batas Waktu.

  • Memasang Stop Loss Dengan Presentasi

Cara memasang SL yang ideal pertama adalah dengan menggunakan presentasi. Persentase yang dimaksud disini berkaitan dengan jumlah modal yang kita miliki di akun investasi kita. Sebagai contoh, kita memasang SL sebanyak 2% dari modal yang kita miliki.

Dalam penerapannya, ada banyak variasi yang bermunculan mulai dari investor agresif dengan SL berpresentasi 10% dari modal mereka, hingga yang paling cari aman dengan hanya meletakkan 1% pada SL mereka.

Tapi jangan salah, bukan berarti dengan kita memasang 1% dari modal kita sebagai resiko, maka kita sudah aman dalam berinvestasi.

Memasang Stop Loss Dengan Presentasi

Contoh Stop Loss Persentase #1

Mari lihat contoh gambar di atas. Gambar di atas merupakan chart 60 menit dari GBPUSD. Budi memiliki akun jenis mini dan ingin memasuki pasar GBPUSD dengan modal $500 dan memasang 2% sebagai stop lossnya. Karena strategi tersebut, Budi hanya bisa memasang 10 pips sebagai stop lossnya karena 1 lot di akun mini sama dengan $1 di GBPUSD.

Disini Budi tidak memperhitungkan bahwa GBPUSD bisa bergerak sebanyak 100 pips dalam satu hari. Hal yang ditekankan oleh Budi hanyalah seberapa banyak modal yang dia bisa “korbankan.”

Contoh Stop Loss GBPUSD #2

Contoh Stop Loss GBPUSD #2

Dan bisa kita lihat, Budi kehilangan investasinya karena pergerakan dari harga itu sendiri dan melewatkan 100 pips yang bisa dia dapatkan.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa kita tidak bisa hanya mengandalkan jumlah persentase yang bisa kita luangkan dari modal kita. Contoh hal yang bisa dilakukan Budi di atas adalah merubah akunnya dari Mini menjadi Micro. Di dalam akun micro, 1 lot sama dengan $0.10 di GBPUSD. Dengan strategi yang sama, Budi bisa meletakkan stop lossnya sejauh 100 pips dan tidak merugi seperti yang dia lakukan dengan akun Mini.

  • Memasang Stop Loss Dengan Volume

Dalam pemasangan SL menggunakan volume, yang kita harus perhatikan adalah seberapa banyak harga bisa bergerak pada saat kita masuk ke dalam investasi tersebut. Jika kita bisa mengetahui hal ini, maka kita bisa menghindari investasi kita terhenti secara prematur.

Sebagai contoh, kita membeli EURUSD yang bergerak sebanyak 100 pips dalam satu bulan terakhir dan memasang 20 pips sebagai stop loss kita. Disini kita mempunyai potensi investasi kita terhenti sebelum profit kita tercapai.

Untuk mengetahui seberapa banyak pasar bergerak atau patokan apa yang bisa kita lihat untuk memasang SL jenis ini, ada dua indikator yang bisa kita gunakan.

  • ATR

ATR atau Average True Indicator adalah indikator yang menampilkan data pergerakan pasar dalam kurun waktu tertentu, normalnya 14 hari yang lalu. Dengan menggunakan indikator ini, kita bisa menyesuaikan seberapa banyak jumlah pips yang ingin kita gunakan pada saat masuk ke dalam pasar.

ATR

Contoh Penggunaan Stop Loss dengan ATR

  • Bollinger Band

Bollinger Band adalah indikator yang bisa kita temui di setiap platform trading yang ada. Penggunaan Bollinger Band dalam menentukan SL adalah dengan meletakkan perintah SL dibawah atau diatas Bollinger Band ketika kita masuk kedalam pasar.

Bollinger Band

Contoh Penggunaan Stop Loss dengan Bollinger Band

  • Memasang Stop Loss Dengan Chart

Strategi pemasangan stop loss yang satu ini bisa dibilang murni hanya dengan melihat pergerakan harga. Ketika kita menggunakan strategi ini, yang perlu kita perhatikan adalah di level manakah harga tertahan dan tidak bisa melanjutkan pergerakannya. Dengan kata lain, kita harus bisa mencari support dan resistance dari pergerakan harga pada waktu itu.

Cara pemasangan dari strategi ini adalah dengan memasang SL di atas atau di bawah support dan resistance. Hal ini dikarenakan, jika harga menembus level tersebut, maka bisa dipastikan bahwa harga akan lanjut berjalan ke arah tersebut.

Memasang Stop Loss Dengan Chart

Cara Penggunaannya Dengan Chart

Gambar di atas memperlihatkan bahwa harga tidak bisa menembus level 1.2800. Jika kita ingin melakukan buy, maka kita bisa menaruh SL kita beberapa point di bawah leve 1.2800, seperti 1.2600.

  • Memasang Stop Loss Dengan Batas Waktu

Di sini, kita memasang SL berdasarkan dengan waktu. Sebagai contoh, kita bisa memasang SL untuk menghentikan investasi kita pada waktu pasar London ditutup misalnya. Contoh lain adalah kita hanya ingin memasuki pasar beberapa hari setelah forex news keluar.

Strategi ini sering digunakan oleh investor yang tidak suka menahan investasinya hingga hari berikutnya, atau lebih sering dikenal dengan nama intraday trader.

Selain fungsinya untuk menutup investasi kita jika harga berbalik arah, stop loss sendiri bisa digunakan untuk mengunci profit yang bisa kita dapatkan dengan merubahnya ketika investasi kita mengalami keuntungan. Jika kita ingin melakukan hal ini, ada dua hal yang perlu kita ingat.

  1. Jangan biarkan emosi mempengaruhi alasan mengapa kita merubah stop loss kita; dan
  2. Jangan melebarkan stop loss kita.

Kedua hal ini sangat penting untuk diingat jika kita ingin menggunakan stop loss untuk mengunci profit kita dan menahan kerugian kita.