Stochastic Oscillator: Indikator Analisa Favorit Pelaku Pasar

Stochastic Oscillator: Indikator Analisa Favorit Pelaku Pasar

Ketika kita belajar mengenai dunia investasi, kita pasti pernah mendengar nama Stochastic Oscillator atau Stochastic. Indikator Stochastic ini merupakan indikator analisis teknikal yang pertama kali muncul pada tahun 1950-an. Diciptakan oleh George Lane, seorang Dokter yang beralih profesi menjadi seorang investor, indikator ini diciptakan untuk melihat pergerakan pasar, apakah ia sedang mengalami uptrend atau sedang mengalami downtrend, dengan menghitung pergerakan pasar hingga sesi tersebut berakhir atau close.

Hal yang kemudian dilakukan oleh Stochastic dengan data yang didapatkan adalah memprediksi trend pergerakan pasar saat itu. Selain itu, Stochastic dapat memberikan sinyal kepada pelaku pasar untuk memasuki atau keluar dari pasar modal tersebut.

Elemen Stochastic Oscillator

Dalam tampilan Stochastic, terdapat 4 elemen yang menyediakan informasi bagi para pelaku pasar. Elemen-elemen tersebut adalah Garis Oversold, Garis Overbought, Garis %K, dan Garis %D.

  • Oversold Line

Garis oversold ini merupakan garis putus-putus yang terdapat pada bagian bawah indikator Stochastic. Garis ini standarnya berada pada posisi atau level 20 dari indikator Stochastic ini.

Stochastic Oscillator - Oversold Line

Contoh Ilustrasi Garis Oversold Dalam Stochastic Oscillator

Pada contoh gambar di atas, kita bisa melihat garis oversold digambarkan oleh garis berwarna merah putus-putus.

  • Overbought Line

Garis overbought ini merupakan garis putus-putus yang terdapat pada bagian atas indikator Stochastic. Garis ini standarnya berada pada posisi atau level 80 dari indikator Stochastic.

Stochastic Oscillator - Overbought Line

Contoh Illustrasi Garis Overbought Dalam Stochastic Oscillator

PaPada contoh di atas, kita bisa melihat garis overbought digambarkan oleh garis berwarna biru putus-putus.

  • Garis %K

Garis %K ini merupakan garis yang menggambarkan tingkat perubahan harga yang sedang terjadi. Standarnya, garis %K ini digambarkan dengan garis berwarna biru pada indikator Stochastic.

Stochastic Oscillator Garis %K

Contoh Ilustrasi Garis %K Dalam Stochastic Oscillator

Secara pribadi, George Lane merekomendasikan agar pelaku pasar menggunakan periode 14 dalam pengaturan menggunakan Stochastic ini. Pilihan lain yang sering digunakan oleh pelaku pasar adalah 9 dan 21.

  • Garis %D

Garis %D merupakan rata-rata dari garis %K yang diperhalus. Pada garis %D ini lebih sering dikenal sebagai garis sinyal, karena fungsinya yang sering digunakan oleh pelaku pasar sebagai sinyal untuk masuk atau keluar dalam pasar modal. Garis %D ini digambarkan oleh garis berwarna merah pada Stochastic.

Stochastic Oscillator Garis %D

Contoh Ilustrasi Garis %D Dalam Stochastic Oscillator

Pada pengaturan standar dari Stochastic sendiri, akan menggunakan periode 3 untuk garis %D.

Fungsi Stochastic Oscillator

Seperti yang sudah disebutkan di atas, indikator Stochastic ini dapat digunakan sebagai indikator sinyal untuk masuk atau keluar dari pasar modal. Hanya saja, fungsi dari indikator ini bukan hanya untuk itu saja. Terdapat 4 macam fungsi yang bisa digunakan atau dilihat ketika pelaku pasar menggunakan Stochastic , yaitu Crossover, Divergence, Overbought, dan Oversold.

  • Stochastic Oscillator Crossover

Stochastic Crossover terjadi karena garis %K memotong garis %D. Ketika hal ini terjadi ada dua pilihan yang bisa diambil oleh pelaku pasar.

  1. Jika garis %K memotong garis %D dari atas ke bawah, maka pelaku pasar bisa mengambil langkah untuk menjual investasi tersebut, karena diyakini pasar akan mengambil downtrend pada sesi dagang selanjutnya.
  2. Jika garis %K memotong garis %D dari bawah ke atas, maka pelaku pasar bisa mengambil langkah untuk membeli investasi tersebut, karena diyakini pasar akan mengambil uptrend pada sesi dagang selanjutnya.

Contoh Ilustrasi Stochastic Oscillator Crossover

  • Stochastic Oscillator Divergence

Dalam Stochastic Divergence, pelaku pasar melihat jarak antara garis %K dan garis %D sebagai informasi dalam menganalisa pasar. Karena sifatnya yang menggambarkan pergerakan harga pasar pada saat itu, garis %K akan cenderung bergerak lebih cepat dari pada garis %D yang merupakan nilai rata-rata dari %K. Hal inilah yang menyebabkan jarak atau divergence oleh kedua garis ini. Jika pelaku pasar menggunakan teknik divergence ini, maka yang mereka perhatikan adalah jarak dari kedua garis tersebut.

    • Semakin lebar jarak antara garis %K dan garis %D, maka semakin kuat trend yang sedang terjadi saat itu.
    • Sebaliknya, semakin sempit jarak antara garis %K dan garis %D, maka semakin lemah trend yang sedang terjadi

Contoh Ilustrasi Stochastic Oscillator Divergence

  • Stochastic Oscillator Overbought

Stochastic Overbought merupakan teknik yang digunakan oleh pelaku pasar untuk melihat kekuatan para pelaku pasar bullish. Hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar dalam menggunakan teknik ini adalah dimana garis %K dan %D berada ketika sesi pasar berakhir.

Pergerakan pasar baru dikatakan dalam level overbought jika garis %K ataupun %D menginjak level 80 ke atas. Di sini, terdapat indikasi bahwa pelaku pasar bullish mulai kehilangan momentum mereka dalam pasar yang ditandai dengan pergerakan pasar mengalami reversal pada beberapa sesi dagang selanjutnya.

Contoh Ilustrasi Stochastic Oscillator Overbought

  • Stochastic Oscillator Oversold

Stochastic Oversold merupakan kebalikan dari teknik Stochastic Oversold. Disini, pelaku pasar dapat melihat kekuatan pelaku pasar bearish. Hal yang diperhatikan oleh pelaku pasar ketika menggunakan teknik ini adalah garis %K dan %D yang berada pada level 20 atau kurang ketika sesi dagang berakhir. Ketika garis %K maupun %D menyentuh level 20 atau kurang, maka bisa dikatakan bahwa pasar sedang mengalami oversold, dan bisa diyakini bahwa pasar akan mengalami reversal dan bergerak melawan trend sebelumnya.

Stochastic Oscillator Oversold

Contoh Stochastic Oscillator Oversold

Cara Menggunakan Stochastic Oscillator

Walaupun terdapat 4 fungsi dalam menggunakan Stochastic yang terpisah, penggunaan terbaik dari indikator ini adalah menggabungkan ke 4 fungsi tersebut. Sebagai contoh, jika pelaku pasar mencari sinya untuk melakukan “buy” dalam pasar modal, maka yang perlu dilihat ialah,

  • Garis %K melakukan crossover dengan garis %D dari bawah ke atas
  • Garis %K maupun garis %D berada pada level oversold dan bergerak ke atas.
  • Setelah pasar bergerak menjadi uptrend, pantau kesehatan pasar dengan divergence antara garis %K dan garis %D

Contoh “Membeli” Dengan Menggabungkan Fungsi Dalam Stochastic Oscillator

Dalam sisi yang lain, jika pelaku pasar ingin “sell” dalam pasar modal tersebut, maka yang perlu dilihat adalah,

  • Garis %K melakukan crossover dengan garis %D dari atas ke bawah
  • Garis %K maupun garis %D berada pada level overbought dan mengarah ke bawah.
  • Setelah pasar bergerak downtrend, pantau kesehatan pasar melalui divergence antara garis %K dan garis %D

Contoh “Menjual” Dengan Menggabungkan Fungsi Dalam Stochastic Oscillator