Mengenal Pivot Point Dan Bagaimana Menggunakannya

Mengenal Pivot Point Dan Bagaimana Menggunakannya

Jika anda adalah trader baru mungkin anda belum terlalu mengenal pivot point dalam forex. Walaupun begitu, saya yakin anda sudah mengenal yang namanya support dan resistance dalam dunia forex. Kedua indikator ini memiliki konsep yang relatif sama.

Pivot point atau PP forex adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk melihat trend melalui time frame yang berbeda. Cara kerja dari indikator ini adalah dengan merata-rata high, low, dan harga terakhir dari sesi trading sebelumnya baik itu dalam timeframe hari, minggu, ataupun bulan.

Cara mudah membaca pivot point adalah jika harga berada di atas pivot maka diprediksi harga akan bergerak naik. Sedangkan, jika harga berada di bawah pivot maka diprediksi harga akan bergerak turun.

Selain pivot point forex indikator itu sendiri, dalam penerapannya juga menentukan support dan resistance level diatas dan dibawah level pivot point. Selain untuk mempermudah investor untuk melihat trend dari pair tersebut, level support dan resistance ini juga membantu investor yang terbiasa menggunakan indikator support dan resistance.

Menggunakan Pivot Point

Menggunakan Pivot Point

Contoh Pivot Dalam Chart

Dalam chart ini kita bisa melihat beberapa contoh penggunaan pivot point.

  • Ketika harga berada di atas pivot, investor bisa berasumsi bahwa harga akan bergerak naik
  • Ketika harga berada di bawah pivot, investor bisa berasumsi bahwa harga akan bergerak turun
  • Indikator pivot, selain mengandung pivot, juga mengandung S1, S2, S3 sebagai level support dan R1, R2, R3 sebagai level resistance.
  • Level S dan R bisa digunakan untuk melihat reversal atau konfirmasi atas pergerakan trend.

Pivot Point Forex Untuk Reversal Trading

Seperti yang kita bicarakan di atas, level pivot point S dan R bisa digunakan untuk melihat reversal yang mungkin akan terjadi. Kita akan memanfaatkan level ini, bukan hanya untuk melihat reversal tetapi juga untuk trading reversal tersebut.

Ketika investor ingin melakukan reversal trading ini, yang perlu diperhatikan adalah sesering apa harga tersebut menyentuh level S atau R tersebut. Semakin level tersebut sering tersentuh oleh harga, maka semakin kuat level tersebut.

Jika investor melihat harga tersebut menyentuh level baik S atau R tetapi tidak menembusnya, maka investor mempunyai dua pilihan yang bisa ia ambil:

  • Saat harga mendekati level resistance, kita bisa menjual pair tersebut dan meletakkan stop loss diatas level resistance.
  • Saat harga mendekati level support, kita bisa membeli pair tersebut dan meletakkan stop loss dibawah level support.

Pivot Point Forex Untuk Reversal Trading 2

Contoh Pivot Forex Indicator Pada Chart GBPUSD

Sebagai contoh, chart di atas menggambarkan penerapan pivot point forex indicator di chart GBPUSD. Jika investor berpikir bahwa harga tidak akan menembus level S1, investor bisa meletakkan buy order dengan target pivot level ataupun R1 dan stop loss di level S2 sebagai pengaman.

Pivot Point Forex Untuk Reversal Trading

Pergerakan GBPUSD Setelah Meletakkan Buy Order

Jika investor memasang buy order pada level S1, kita bisa lihat bahwa harga bergerak naik dan menginjak level pivot. Jika investor memasang take profit di level pivot, maka bisa dipastikan investor tersebut mendapatkan keuntungan saat itu.

Pivot Points Forex Untuk Breakout Trading

Sama halnya dengan support dan resistance level, pada suatu saat harga pasti akan melewati level pivot point forex. Menggunakan pivot point forex untuk trading reversal atau lebih sering dikenal dengan range trading, dapat menguntungkan bagi investor. Hanya saja itu tidak akan bertahan untuk waktu yang lama. Jika hal itu terjadi, maka investor harus mempunyai rencana cadangan yang bisa digunakan.

Hal yang bisa dilakukan oleh investor ketika harga menembus level pivot points forex indicator adalah dengan masuk kedalam breakout level tersebut. Dalam trading breakout dengan pivot point forex, ada dua cara yang bisa investor ambil, cara aman atau agresif.

  • Contoh Breakout Trading

Contoh Breakout Trading

Contoh Trading Ketika Breakout Terjadi

Chart diatas adalah chart EURUSD 15 menit dengan pivot point forex indicator didalamnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada dua acara dalam trading breakout, yaitu cara aman dan agresif.

Jika anda perhatikan, harga yang berada didalam lingkaran biru adalah level yang akan diambil oleh investor agresif. Kedua breakout ini akan sangat menguntungkan bagi investor tersebut.

Kemudian perhatikan harga yang berada di lingkaran merah. Lingkaran tersebut mengindikasikan bahwa harga mengalami reversal. Jika investor melakukan trade breakout, maka investor tidak akan masuk di level pivot forex tersebut.

Seperti namanya, strategi breakout yang satu ini mempunyai resiko yang cukup tinggi jika dilakukan. Perhatikan lingkaran kuning di dalam chart. Lingkaran tersebut menggambarkan investor agresif yang melakukan buy order ketika harga menembus R3 yang kemudian langsung berbalik arah, kembali ke level dibawah R3. Di sini, investor bisa dipastikan akan kehilangan uangnya.

Jika investor agresif memasuki pasar ketika breakout terjadi, maka investor aman akan menunggu untuk sementara, memastikan apakah harga benar-benar melakukan breakout atau tidak.

Jika anda melihat chart diatas, dua lingkaran warna hijau adalah dimana investor aman akan masuk ke dalam pasar. Di sini, investor menunggu harga melakukan “test” ke level yang baru ditembus, dalam hal ini R3. Jika “test” yang dilakukan oleh harga tidak bisa menembus level R3, maka saat itu lah investor aman beli ataupun menjual pair tersebut.

Bentuk Lain Dari Pivot Point Indicator

Selain pivot point yang orisinal, terdapat 3 macam pivot point lain yang bisa digunakan oleh investor untuk menganalisa pasar. Ke-3 bentuk pivot tersebut adalah Woodie, Camarilla, dan Fibonacci. Hal yang membedakan bentuk-bentuk pivot ini adalah kalkulasi yang menghasilkan level pivot dan level S dan R di dalam indikator pivot.

  • Woodie

Indikator Woodie Pivot Point lebih menekankan close price dari sesi perdagangan sebelumnya. Jenis pivot yang satu ini memiliki kalkulasi yang jauh berbeda dari pivot yang orisinil, menyebabkan investor membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan indikator yang satu ini. Investor akan menyukai indikator yang satu ini jika mereka menekankan closing price dari sesi trading sebelumnya.

.

Woodie

Contoh Woodie

  • Camarilla

Camarilla Pivot Point mempunyai kalkulasi yang hampir sama dengan Woodie. Pivot jenis ini menekankan terhadap close price dari sesi perdagangan sebelumnya. Perbedaanya dengan Woodie adalah, dalam Pivot jenis ini, terdapat 8 level yang dihitung (4 support dana 4 resistance). Dalam penggunaanya, investor akan menunggu hingga harga menyentuh S atau R 3 dan 4.

Sebuah gambar berisi cuplikan layar

Deskripsi dibuat secara otomatis

Camarilla

  • Fibonacci

Fibonacci Pivot Point adalah jenis pivot dalam forex indikator yang cukup populer di kalangan investor. Hal ini dikarenakan gabungan antara pivot point dan Fibonacci membuat asumsi level yang ditampilkan mempunyai pengaruh yang tinggi. Level S dan R dalam Fibonacci Pivot Point memiliki element “retracement” dari Fibonacci itu sendiri seperti level 38.2%, 61.8% dan 100%.

Fibonacci