Mengenal Apa Itu Volatilitas Dan Bagaimana Cara Kerjanya

Mengenal Apa Itu Volatilitas Dan Bagaimana Cara Kerjanya

Pasar modal, baik saham maupun forex, adalah pasar dimana pelaku pasar atau investor memperjual belikan sebuah instrument. Hal ini dilakukan dalam jangka waktu yang dekat maupun jangka waktu yang panjang. Pada setiap jenis pasar modal, fluktuasi harga pasar merupakan hal yang wajar. Fluktuasi harga pasar ini lah yang kemudian disebut dengan Volatilitas, Volatility, atau fluktuasi. Kita akan membahas bagaimana pengaruh fluktuasi terhadap pergerakan pasar dan juga 5 jenis volatilitas yang ada pada pasar modal.

Volatilitas adalah jarak fluktuasi atau naik dan turunnya harga sebuah instrument dalam pasar modal. Instrument dikatakan memiliki fluktuasi yang tinggi apa bila harga bergerak naik dan turun dengan sangat cepat. Sedangkan, instrument yang dikatakan memiliki fluktuasi yang rendah apa bila harga bergerak naik dan turun dengan lamban.

Mengenal Apa Itu Volatilitas Dan Bagaimana Cara Kerjanya

Contoh Illustrasi Volatilitas

Jika kita melihat pada pasar forex atau pasar modal valas, maka kita dapat melihat contoh fluktuasi tinggi pada pasangan mata uang atau pairs GBP dan CHF. Sedangkan, untuk fluktuasi rendah, kita bisa melihat pada pasar dengan pasangan mata uang JPY.

Acuan dari volatilitas sendiri memiliki variasi. Ada fluktuasi yang ditunjukkan dalam jumlah pips, fluktuasi pun ada yang ditunjukan dalam jumlah nominal pergerakan pairs, dan ada pun fluktuasi yang ditunjukan berdasarkan persentase pergerakan harga pasar.

Pergerakan Volatilitas Berdasarkan Pips

Contoh Illustrasi Pergerakan Volatilitas Berdasarkan Pips

Di sini, sebenarnya kita bisa melihat seberapa besar resiko yang akan kita hadapi hanya dengan melihat fluktuasi pada suatu instrument. Semakin tinggi nilai fluktuasi dari instrument tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa semakin besar resiko jika kita memasuki pasar tersebut. Sedangkan, semakin kecil nilai fluktuasi dari instrument tersebut, maka semakin kecil pula resiko yang kita ambil.

Jenis-Jenis Volatilitas

Untuk volatilitas sendiri, terdapat 5 jenis, yaitu Volatilitas Harga, Saham, Histori, Tersirat, dan Pasar

  • Volatilitas Harga

Volatilitas Harga terjadi karena tiga faktor yang menyebabkan pergerakan supply and demand. Faktor yang pertama adalah Faktor Musim. Sebagai contoh, ketika kita berada pada musim lebaran maka permintaan daging akan melonjak naik menyebabkan harga daging juga ikut naik. Di lain sisi, ketika musim kurban datang, harga daging mengalami penurunan karena banyaknya daging di masyarakat.

Faktor kedua yang mempengaruhi pergerakan harga adalah Faktor Cuaca. Sebagai contoh, cuaca yang baik akan memberikan kepastian terhadap panen bahan pangan. Ini menyebabkan turunnya beban impor negara untuk menutupi kekurangan bahan pokok tersebut.

Faktor ketiga dan terakhir adalah Faktor Emosi. Ketika para pelaku pasar mengalami kecemasan, mereka cenderung menggerakkan fluktuasi instrument yang dikhawatirkan. Sebagai contoh, jika kita melihat pergerakan harga minyak, kita akan melihat bahwa minyak mengalami fluktuasi yang tinggi didalamnya. Hal ini sering disebabkan karena keadaan komoditas minyak yang terpengaruh oleh berita dari timur tengah, sehingga para pelaku pasar sering melakukan panic buying atau panic selling, menciptakan fluktuasi yang tinggi pada komoditas minyak.

Diagram Volatilitas Minyak

Illustrasi Diagram Volatilitas Minyak

  • Volatilitas Saham

Dalam dunia saham pun terdapat instrument yang memiliki fluktuasi tinggi ataupun fluktuasi rendah. Di sini, saham-saham yang memiliki fluktuasi tinggi terkadang menjadi saham yang memiliki resiko tinggi untuk dimasuki oleh pelaku pasar. Pasar saham dengan fluktuasi tinggi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk mendapatkan keuntungan melalui perbedaan harga beli dengan harga jual atau gap harga.

Sedangkan saham yang memiliki fluktuasi rendah cenderung aman untuk dimasuki. Pelaku pasar akan cenderung menahan saham mereka dan mengambil keuntungan dari deviden yang bisa mereka terima dari saham tersebut.

Saham

Illustrasi Diagram Volatilitas Saham U.S

  • Histori Volatilitas

Volatilitas jenis ini mempunyai makna yang literal, yaitu melihat bagaimana sejarah dari volatilits instrument tersebut. Semakin besar sejarah fluktuasi instrument tersebut, maka semakin besar resiko yang ia miliki. Instrumen yang memiliki sejarah fluktuasi rendah akan lebih sering dipilih oleh pelaku pasar karena sifatnya yang bisa diprediksi.

Bukan berarti kita tidak bisa memasuki pasar tersebut. Dengan melihat sejarah dari fluktuasi pasar tersebut, kita juga melihat sejarah pergerakan pasar tersebut dalam chart. Jika kita bisa masuk pada titik terendah dari instrumen tersebut dan bisa menjualnya dengan profit maka itu adalah hal yang bagus. Hanya saja, terkadang instrumen dengan fluktuasi tinggi susah untuk diprediksi. Ini menyebabkan kita harus menunggu waktu yang lama untuk bisa menjual intrumen tersebut dengan profit.

  • Tersirat

Volatilitas Tersirat merupakan fluktuasi yang diciptakan oleh pelaku pasar akan kepercayaan terhadap pasar pada masa yang akan datang. Di sini, semakin banyak kepercayaan terhadap sebuah instrumen pasar, maka akan semakin tinggi fluktuasi yang dimiliki. Hal ini biasa terjadi sebelum laporan ekonomi keluar. Di sini, kita bisa memasang posisi sebelum laporan ekonomi tersebut keluar. Jika laporan tersebut sesuai dengan prediksi para pelaku pasar, kita akan melihat pergerakan harga yang sesuai dengan posisi yang kita pasang.

  • Pasar

Volatilitas Pasar merupakan jenis volatilitas yang mengukur perubahan harga pada segala jenis pasar modal, baik itu saham, forex, komoditas, dan lain sebagainya. Kita akan melihat ketika satu jenis pasar modal mengalami fluktuasi yang tinggi, pasar modal dengan jenis yang lain mengeluarkan reaksi terhadap fluktuasi tersebut.

Sebagai contoh, kita akan sering melihat bagaimana fluktuasi saham Amerika, seperti S&P 500 atau Dow Jones, memiliki imbas terhadap pergerekan mata uang USD. Hal ini terjadi karena keterkaitan jenis pasar antara satu dengan yang lainnya.

Pasar

Pada akhirnya, keputusan untuk memasuki pasar dengan berbagai jenis fluktuasi ini bergantung pada pelaku pasar itu sendiri. Terkadang, ada baiknya jika kita memasuki pasar ketika memiliki fluktuasi yang tinggi, seperti ketika berita ekonomi keluar. Sebaliknya, memasuki instrument dengan fluktuasi yang rendah juga tidak lah buruk. Di sini, kita mencari investasi dalam jangka panjang, seperti pada saham.

Kedua jenis fluktuasi ini sama-sama menguntungkan bagi mereka yang tahu bagaimana untuk masuk dan mengatur money management mereka. Hal yang terpenting adalah selalu melakukan latihan atau mengenali instrument yang akan dimasuki agar tidak mengalami shock ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada instrumen tersebut.