Cara Menggunakan Money Management Dalam Investasi

Cara Menggunakan Money Management Dalam Investasi

Dalam dunia investasi dikenal yang namanya money management. Di sini kita akan membahas lebih dalam tentang apa itu money management dan bagaimana kita bisa memanfaatkan money management ini dalam aktivitas investasi kita.

Money Management

Money management adalah Teknik yang bisa kita lakukan dalam mengatur modal kita dalam dunia investasi. Dengan kita belajar mengatur resiko yang kita ambil adalah salah satu cara agar kita sukses dalam dunia investasi. Hal inilah mengapa kita bisa melihat terdapat banyak investor pemula yang gagal dalam waktu yang sangat cepat. Ada 5 hal yang perlu dipelajari dalam menggunakan Money Management. Money Management

  • Besarnya Resiko yang Diambil

Hal pertama yang perlu diperhatikan oleh investor adalah melihat seberapa besar resiko yang bisa diambil oleh investor. Dalam penggunaannya, tidak ada batasan yang tetap untuk menentukan seberapa besar jumlah money management investor baik gunakan.

Level yang sering digunakan oleh investor adalah 1-2% hingga 10%. Untuk mereka yang menggunakan rasio 1-2%, mereka biasanya merupakan investor yang berusaha untuk mencari investasi yang aman. Bagi investor yang mengambil rasio hingga 10% dari modalnya, investor ini disebut dengan nama investor “agresif” dan biasanya hanya ketika moment-moment tertentu saja digunakan rasio sebesar ini.

Sebagai contoh, kita mempunyai modal USD $10,000 dan mengambil 1% sebagai resiko yang ingin kita ambil. Maka resiko yang kita inginkan adalah,

USD $10,000 x 1% = USD $100

Kemudian, pengukuran rasio resiko yang diambil ini menggunakan satuan pips dan bukan jumlah uang. Hal ini dikarenakan setiap instrumen dalam pasar modal, terutama forex, mempunyai nilai tukar yang berbeda tiap pipisnya dan yang terpenting mempermudah investor untuk menghitung besaran lot yang akan ditaruh nanti.

  • Besarnya Ukuran Lot

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya dalam money management adalah besaran lot yang bisa diambil ketika ingin memasuki pasar. Tujuannya disini adalah untuk mencari berapa besar lot yang bisa kita ambil dengan resiko sesuai dengan resiko yang kita inginkan.

Sebagai contoh, kita ambil resiko yang sudah kita inginkan tadi di atas dan kit acari seberapa besar lot yang kita butuhkan. Kita menentukan bahwa kita ingin meletakkan stop loss kita di 15 pips dibawah harga beli dengan 1 pip EURUSD sama dengan USD $10, maka,

USD $10,000 x 1% = USD $100

USD $100 / (15 pips x 10) = 0.6 lot

Jadi jika investor menggunakan yang menggunakan prinsip money management hanya ingin mengorbankan USD $100 dari modalnya dan meletakkan stop loss 15 pips di bawah level beli, maka dia harus memasang posisi tersebut dengan ukuran 0.6 lot.

  • Besarnya Pengaruh Emosi Dalam Mengambil Keputusan

Emosi juga merupakan pengaruh yang besar bagi investor dalam money management. Dalam melakukan aktifitasnya, investor tidak bisa lepas dari godaan uang yang ada didepan mata. Kita sebagai manusia mempunya unsur serakah yang tidak ingin kehilangan uang yang kita tanam sebagai modal.

Sebagai contoh, satu trader sudah mendapatkan profit yang cukup besar dari posisinya. Ketika itu, pasar sudah memberikan isyarat bahwa pasar akan berbalik arah, tetapi investor ini tetap menahan posisi tersebut dengan alasan masih bisa lebih tinggi. Keesokan harinya, harga pun jatuh dan investor ini tidak mendapatkan keuntungan apa-apa.

Dari contoh diatas, kita bisa melihat bahwa investor tersebut mengandalkan perasaannya dan tidak memperhatikan prinsip money management, yaitu jangan memasukkan emosi dalam pengambilan keputusan.

  • Besarnya Penguasaan Strategi Trading

Penguasaan strategi trading yang digunakan tidak kalah pentingnya dari point yang lain dalam money management. Dengan kita menguasai strategi trading yang kita gunakan, maka akan semakin kecil kesempatan kita untuk mengacaukan posisi pasar kita.

Ada berbagai macam jenis strategi trading di luar sana yang bisa digunakan oleh seorang investor. Di sini, yang perlu diperhatikan adalah, kita harus memilih strategi trading mana yang cocok untuk kita. Bahkan lebih baik lagi jika kita bisa membuat strategi trading pribadi kita sendiri.

  • Besarnya Rasio Risk/Reward

Setelah kita mengetahui seberapa banyak modal yang bisa kita luangkan sebagai resiko dan seberapa besar lot yang bisa kita gunakan, hal selanjutnya dalam money management yang harus kita lakukan adalah menentukan rasio risk-to-reward. Rasio ini adalah yang nanti menentukan seberapa besar minimal profit yang kita butuhkan agar konsisten mendapatkan profit.

Sebagai contoh, setelah kita mengetahui besaran resiko dan lot yang mau kita ambil, maka selanjutnya kita harus menentukan seberapa besar reward yang kita inginkan. Idealnya, rasio risk-to-reward yang digunakan adalah 2 banding 1, dengan 2 itu reward dan 1 itu risk. Maka,

15 pips x 2 = 30 pips

Setelah kita menemukan reward minimal yang kita butuhkan dengan menggunakan money management, kita bisa langsung masuk kedalam pasar dengan informasi yang sudah kita miliki ini.

USD $10,000 x 1% = USD $100

USD $100 / (15 pips x 10) = 0.6 lot

15 pips x 2 = 30 pips

Besarnya Rasio Risk/Reward

Contoh Money Management Pada EURUSD 26-27 Februari 2020

Money Management Tools

Selain 5 hal di atas, ada 3 tools atau strategi yang bisa digunakan investor dalam teknik money management ini, yaitu switching, cut loss, dan averaging.

  • Switching

Switching adalah strategi yang digunakan untuk merubah posisi yang rugi menjadi posisi yang mengikuti arah pasar. Dalam menggunakan strategi ini, hanya disarankan untuk dilakukan saat kita tau kemana arah pasar bergerak dan bukan ketika pasar mengalami whiplash.

Money Management Tools - Switching

Ilustrasi Strategi Switching

  • Cut Loss

Cut Loss adalah strategi yang paling simple diantara strategi yang ada. Cara kerja strategi ini adalah dengan menutup posisi investasi kita yang rugi. Dalam strategi ini, investor tidak memasuki kembali pasar yang menyebabkan kerugian tersebut, berbeda dengan switching.

Money Management Tools - Cut Loss

Ilustrasi Cut Loss

  • Averaging

Averaging adalah strategi yang paling beresiko dalam money management. Di sini trader berusaha mendapatkan keuntungan dengan menutupi kerugian yang disebabkan oleh pasar yang berubah arah dengan cara memasang posisi yang berlawanan tanpa menutup posisi sebelumnya.

Averaging

Ilustrasi Averaging

Teknik averaging ini sendiri terdiri dari tiga sub-strategi, yaitu Pyramiding, Maringale, dan Anti-Martingale.

  • Pyramiding

Dalam pyramiding, investor akan menambahkan posisi yang terbuka selama pasar masih bergerak sesuai dengan prediksi awal investor.

Pyramiding

Ilustrasi Averaging Pyramiding

  • Martingale

Martingale adalah salah satu strategi money management yang sering terdengar di dunia binary option. Cara kerja strategi ini mengambil cara kerja dari Averaging yang biasa dan melipat gandakan jumlah lot pada posisi baru jika mengalami kerugian.

Martingale

Ilustrasi Martingale

  • Anti-Martingale

Anti-Martingale adalah kebalikan dari strategi money management Martingale. Di sini, investor melipat gandakan ukuran lot setiap memasang posisi baru selama masih dalam profit.

Anti-Martingale

Ilustrasi Anti-Martingale