Mengenal Apakah Itu Indikator Elliott Wave Dan Cara Penggunaannya

Mengenal Apakah Itu Indikator Elliott Wave Dan Cara Penggunaannya

Elliot Wave, adalah sebuah indikator yang diciptakan oleh Ralph Nelson Elliott, seorang akuntan profesional berkebangsaan Amerika Serikat. Indikator Elliot Wave atau Teori Elliot Wave merupakan hasil dari pengalaman Ralph Nelson Elliott menjadi akuntan selama 75 tahun. Indikator Elliot Wave ini dapat dikategorikan dalam Analisis Teknikal ketika kita menggunakannya.

Mengenal Apakah Itu Indikator Elliott Wave Dan Cara Penggunaannya

Ralph Nelson Elliot, Pencipta Teori Elliot Waves

Indikator Elliot Wave diperkenalkan oleh Ralph Nelson Elliott melalui buku yang ia terbitkan berjudul The Wave Principal. Di dalamnya, terdapat hasil analisa dari Elliot mengenai pola pergerakan harga. Inti pokok dari buku tersebut adalah, Elliot menemukan persepsi orang mengenai pergerakan pasar yang kacau atau tidak jelas itu adalah salah dan sebenarnya memiliki pola dalam pergerakannya. Selain itu, Elliot juga menemukan bahwa pola-pola ini selalu berulang.

Pergerakan harga ke atas dan ke bawah yang disebabkan oleh sentimen investor ini memiliki pola dan menurut Elliot. Pola-pola ini akan berulang kembali. Ide pemikiran ini lantas membuat para pelaku pasar tertarik, karena secara garis besar, jika teori yang dikeluarkan oleh Elliot ini benar, maka pelaku pasar bisa dengan mudah dapat memprediksi pergerakan pasar.

Walaupun begitu, perlu dibutuhkan waktu dan pengalaman dalam menggunakan indikator atau teori Elliot Waves ini. Untuk menggunakan teori ini, hal pertama yang perlu kita ketahui adalah konsep “fraktal”. Pada dasarnya, fraktal merupakan sebuah struktur yang pecahannya tetap memiliki sifat dari struktur awal. Elliot menggunakan konsep fraktal ini karena ia berpikir bahwa pasar bergerak dalam bentuk gelombang. Gelombang-gelombang ini kemudian dapat dibagi menjadi sebuah gelombang yang lebih kecil.

Contoh yang paling sering digunakan untuk menjelaskan fraktal adalah kristal dari salju. Jika kita lihat, kristal-kristal salju memiliki bentuk yang unik yang berpusat dari tengah dan menjalar ke luar. Jika diperhatikan dengan seksama, pola-pola yang menjalar keluar ini memiliki pola yang berulang.

Gambar Kristal Salju

Gambar Kristal Salju

Elliot mengatakan bahwa dalam sebuah trend kita bisa melihat yang ia namakan pola 5-3. Dimana trend akan membuat pergerakan pada 5 gelombang pertama dan kemudian menciptakan koreksi pada 3 gelombang setelahnya.

  • Pola 5-3 Elliot Wave

Pola pertama yang kita lihat adalah pola 5, yang disebut dengan pola dorongan atau impulse wave. Pada pola ini, gelombang akan bergerak sesuai dengan dorongan trend pada saat itu sedangkan gelombang korektif akan bergerak melawan trend tersebut.

Pola 5-3 Elliot Wave

Contoh Ilustrasi Pola Gelombang 5-3 Elliott Wave

Jika kita merujuk pada gambar di atas, pola gelombang 1, 3, dan 5 merupakan gelombang yang terdorong oleh trend pada saat itu, yaitu naik, sedangkan pola gelombang 2 dan 4 merupakan gelombang korektif pada trend tersebut.

Jika kita perhatikan secara fase-nya, maka kita bisa mengambil sedikit informasi mengenai apa yang terjadi dalam pasar saat itu. Pada gelombang 1, kita bisa melihat bahwa harga bergerak naik karena dorongan dari pelaku pasar yang menaruh modalnya pada posisi bullish atau naik.

Kemudian pada gelombang 2, kita bisa melihat bahwa pelaku pasar bearish atau pelaku pasar yang menaruh modalnya pada posisi turun, berusaha melawan pelaku pasar bullish dengan menanamkan modalnya dalam pasar.

Saat gelombang 3 terjadi, kita bisa melihat bahwa pelaku pasar bearish tidak memiliki cukup kekuatan untuk melawan pelaku pasar bullish sehingga pasar melanjutkan pergerakannya naik ke atas.

Pada gelombang 4 dan gelombang 5, hal yang sama terjadi kembali. Dimana pelaku pasar bearish berusaha melawan pelaku pasar bullish tetapi tidak memiliki cukup kekuatan, sehingga pasar melanjutkan pergerakannya ke atas.

  • Pola Koreksi ABC Elliott Wave

Setelah ke-5 pola tersebut terbentuk, Elliot menerangkan bahwa pergerakan harga pasar akan kemudian menciptakan 3 gelombang koreksi yang disebut dengan pola koreksi ABC.

Pola Koreksi ABC Elliott Wave

Contoh Ilustrasi Harga Membentuk Pola Koreksi ABC Pada Trend Bullish

Menurut Elliot terdapat lebih dari 20 macam pola koreksi ABC yang bisa muncul pada fase ini. Namun, Elliot sudah merangkumnya menjadi 4 macam pola, yaitu Pola Zig-Zag, Pola Datar, Pola Segitiga, dan Pola Gelombang

    • Pola Zig-Zag

Dalam pola zig-zag, harga akan bergerak dengan tajam berlawanan dengan arah trend pada waktu tersebut. Pada pola ini, gelombang B akan memiliki ukuran atau panjang yang lebih kecil dibandingkan dengan gelomban A ataupun C. Selain itu, jika pola ini muncul pada suatu trend, pola ini dapat berulang hingga mencapai 3 kali dalam satu pola koreksi.

Pola Zig-Zag

Contoh Illustrasi Pola Zig-Zag Saat Koreksi ABC Terjadi

    • Pola Datar (Flat)

Pada jenis Pola Datar, kita bisa melihat harga seperti bergerak kesamping. Di pola ini, panjang gelombang A, B, maupun C relatif sama dan tidak berbeda jauh antara satu dengan yang lain.

Pola Datar (Flat)

Contoh Ilustrasi Pola Datar Saat Koreksi ABC Terjadi

Pada pola ini, yang sering dilakukan oleh pelaku pasar adalah menciptakan garis support pada titik A dan C dan garis resistance pada titik B dalam contoh diatas ini.

    • Pola Segitiga (Triangles)

Pada Pola Segitiga, kita bisa melihat harga bergerak ke samping sama dengan pola datar. Hal yang membedakan Pola Segitiga dengan Pola Datar ialah pada pola Segitiga, panjang dari pola semakin lama semakin mengecil.

Pola Segitiga (Triangles)

Contoh Ilustrasi Pola Segitiga Pada Koreksi ABC

Seperti yang kita lihat pada contoh illustrasi di atas, ketika pola ini keluar, pelaku pasar akan menciptakan garis support dan resistance yang kemudian garis support dan resistance ini merucut atau mengembang. Jika pola support dan resistance merucut, maka yang perlu dilakukan oleh pelaku pasar ialah menunggu ke arah manakah pasar akan bergerak.

  • Pola Gelombang Dalam Gelombang (Fractals)

Seperti yang kita bicarakan sebelumnya, hal yang pertama harus diketahui oleh pelaku pasar jika ingin menggunakan indikator atau teori Elliot Wave ini adalah konsep fraktal. Hal ini bukan tanpa sebab. Illustrasi-illustrasi yang diperlihatkan diatas merupakan contoh pergerakan pasar yang diperhalus. Pada kenyataanya, pasar bisa saja menciptakan pola 1-2-3 dalam pola utama 1 ketika bergerak mengikuti trend.

Hal yang sama juga bisa terjadi ketika koreksi pola 2 terjadi dimana, terdapat pola 1-2 di dalam koreksi pola 2. Untuk mempermudah pemahaman kita, mari kita lihat contoh ilustrasi di bawah.

Pola Gelombang Dalam Gelombang (Fractals)

Contoh Ilustrasi Pola Gelombang dalam Gelombang

Pada contoh ilustrasi diatas, kita bisa melihat terdapat garis-garis yang lebih kecil yang menemani garis utama. Walaupun garis-garis kecil ini memiliki pola-pola tersendiri, pada akhirnya garis-garis ini merupakan satu kesatuan dari pola garis utama. Ini lah mengapa pelaku pasar yang ingin menggunakan indikator atau teori Elliot Waves harus mengerti mengenai fraktal, agar tidak terjadi salah analisis ketika menggunakan indikator ini.